BIJAK ONLINE (Padang Pariaman)—Sebagian besar tamatan Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Pariaman, tak bakal menjadi penganggur. Kenapa? Karena sebelum mereka di wisuda sudah direkrut perusahaan sektor kelautan dan perikanan.
"Sekitar 83 persen tamatan SUPM Negeri Pariaman, sudah direkrut perusahaan sector kelautan dan perikanan, sebelum mereka di wisuda," kata Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Kelauatan dan Perikanan (KP) Dr. Rina, di Kampus SUPM Negeri Pariaman, pada acara wisuda angkatan ke 27, Kamis, 11 Juni 2015 dalam menjawab pertanyaan wartawan.
Menurut Dr Rina, permintaan tenaga kerja dari perusahaan cukup membludak dan melebihi kapasitas lulusan yang tersedia di SUPM Negeri Pariaman. Sementara itu, para lulusan sisanya sudah diterima untuk kuliah di lembaga pendidikan tinggi (14%) dan berwirausaha sebanyak (3%).
Kemudian kata Rina, para wisudawan dinayatakan lulus setelah menempuh ujian akhir SUPM yang meliputi ujian kompetensi keahlian, ujian sekolah, ujian nasional KKP dan ujian sertifikasi keahlian. Karena itu, selain ijazah, mereka juga memperoleh sertifikat keahlian dan sertifikat profesi yang dikeluarkan Badan Nasional Sertifikat Profesi (BNSP) sesuai dengan keahlian masing-masing.
Lebih jauh ditegaskan Rina, hal ini dilakukan dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, guna memenangi persaingan dengan Negara-negara asing dan sertifikat yang mereka peroleh berlaku untuk internasional. “Pokoknya diperusahaan mana saja mereka berkerja di dunia, kalau mereka sudah memperoleh sertifikat, keahlian mereka diakui,” ujar Rina kembali.
Karena itu, disampaikan Rina, tak heran satuan pendidikan KKP, baik pendidikan menengah maupun pendidikan tinggi, menjadi penjuru atau rujukan dan unggulan (center of excellence) bagi Sekolah Menengah Kejuaruan (SMK) Kelautan dan Perikananan serta perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi kelautan dan perikanan di wilayahnya masing-masing.
Ditambahkan lagi, para siswa SMK dan mahasiswa perguruan tinggi tersebut dapat mengunakan sarana dan prasaranan satuan pendidikan KKP, seperti kapal latih, tempat praktek, laboratorium, teaching fatory , perbengkelan mesin kapal, tambak, pengolahan, dan sebagainya.
Para guru dan dosennya pun dapat melakukan magang di satuan pendidikan KKP. Sebaliknya para guru dan dosen satuan pendidikan KKP dapat diperbantukan pada SMK dan perguruan tinggi tersebut. Satuan pendidikan KKP menggunakan system pendidikan vokasi dengan pendekatan teaching factory ya 40% teoring didukung sarana prasarana modern sebagaimana dun usaha dan industry sesungguhnya.
“Posisisnya sebesar 70% praktek dan 30% teori untuk pendidikan menengah dan 60% praktek dan 40% untuk pendidikan tinggi”, ungkap Rina mengakhiri.
Hadir dalam acara wisuda itu segenap undangan, termasuk Bupati Padang Pariaman, diwakili Asisten III, para orang tua dan Muspida Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman. (amir)
"Sekitar 83 persen tamatan SUPM Negeri Pariaman, sudah direkrut perusahaan sector kelautan dan perikanan, sebelum mereka di wisuda," kata Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Kelauatan dan Perikanan (KP) Dr. Rina, di Kampus SUPM Negeri Pariaman, pada acara wisuda angkatan ke 27, Kamis, 11 Juni 2015 dalam menjawab pertanyaan wartawan.
Menurut Dr Rina, permintaan tenaga kerja dari perusahaan cukup membludak dan melebihi kapasitas lulusan yang tersedia di SUPM Negeri Pariaman. Sementara itu, para lulusan sisanya sudah diterima untuk kuliah di lembaga pendidikan tinggi (14%) dan berwirausaha sebanyak (3%).
Kemudian kata Rina, para wisudawan dinayatakan lulus setelah menempuh ujian akhir SUPM yang meliputi ujian kompetensi keahlian, ujian sekolah, ujian nasional KKP dan ujian sertifikasi keahlian. Karena itu, selain ijazah, mereka juga memperoleh sertifikat keahlian dan sertifikat profesi yang dikeluarkan Badan Nasional Sertifikat Profesi (BNSP) sesuai dengan keahlian masing-masing.
Lebih jauh ditegaskan Rina, hal ini dilakukan dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, guna memenangi persaingan dengan Negara-negara asing dan sertifikat yang mereka peroleh berlaku untuk internasional. “Pokoknya diperusahaan mana saja mereka berkerja di dunia, kalau mereka sudah memperoleh sertifikat, keahlian mereka diakui,” ujar Rina kembali.
Karena itu, disampaikan Rina, tak heran satuan pendidikan KKP, baik pendidikan menengah maupun pendidikan tinggi, menjadi penjuru atau rujukan dan unggulan (center of excellence) bagi Sekolah Menengah Kejuaruan (SMK) Kelautan dan Perikananan serta perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi kelautan dan perikanan di wilayahnya masing-masing.
Ditambahkan lagi, para siswa SMK dan mahasiswa perguruan tinggi tersebut dapat mengunakan sarana dan prasaranan satuan pendidikan KKP, seperti kapal latih, tempat praktek, laboratorium, teaching fatory , perbengkelan mesin kapal, tambak, pengolahan, dan sebagainya.
Para guru dan dosennya pun dapat melakukan magang di satuan pendidikan KKP. Sebaliknya para guru dan dosen satuan pendidikan KKP dapat diperbantukan pada SMK dan perguruan tinggi tersebut. Satuan pendidikan KKP menggunakan system pendidikan vokasi dengan pendekatan teaching factory ya 40% teoring didukung sarana prasarana modern sebagaimana dun usaha dan industry sesungguhnya.
“Posisisnya sebesar 70% praktek dan 30% teori untuk pendidikan menengah dan 60% praktek dan 40% untuk pendidikan tinggi”, ungkap Rina mengakhiri.
Hadir dalam acara wisuda itu segenap undangan, termasuk Bupati Padang Pariaman, diwakili Asisten III, para orang tua dan Muspida Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman. (amir)

