BIJAK ONLINE (Padang)-Walikota Padang Mahyeldi Ansyarullah tiba-tiba menghentikan membaca SK Pelantikan Kepala Satpol PP Padang, Firdaus Ilyas dan memanggil salah seorang stafnya untuk  mempertanyakan penulisan hari dan tanggalnya.

"Saya kaget, kenapa tiba-tiba pak wali  menghentikan membacakan SK pelantikan pak Firdaus Ilyas, " kata Ketua Tim Investigasi LSM Mamak, Djamalus Datuk Rajo Balai Gadang yang ikut menghadiri pelatikan, di Kantor Walikota Padang, Selasa, 16 Juni 2015.

Menurut Djamalus Datuk, rupanya terjadi kesalahan dalam menuliskan hari dan tanggalnya benar. Maksudnya, sekarang kan hari Selasa, 16 Juni 2015 dan tertulis, Kamis, 16 Juni 2015 dan wajar saja jika Walikota Padang menghentikan membacanya. "Saya nilai, tukang ketik SK pelantikan lagi error dan Kepala BKD Kota Padang pun tidak melakukan pengawasan, sehingga terjadi kesalahan tulis hari tersebut," kata aktifis yang vokal ini.

Kemudian, kata Djamalus, dulu Kepala BKD Padang melakukan kesalahan fatal dan menghebohkan. "Masak iya, orang yang sudah mati di SK menjadi lurah," kata Wakil Ketua Koperasi Batu Akik Atom Shopping Center ini. 

Sebenarnya, lanjut Djamalus, Kepala BKD Padang ini sudah tak layak lagi dipertahankan dan harus diganti dengan pejabat yang lebih profesional. "Saya yakin, jika pak wali masih mempertahannya menjadi BKD Padang, tunggu sajalah kesalahan yang fatal lagi," tambah anggota jemaah tabliq ini.

Kepala BKD Padang, Asnel ketika dikonfirmasikan menegaskan, tak ada yang salah dalam penulisan SK pelantikan tersebut. "Tak ada yang salah," katanya yang terkesan enggan diwawancarai.  

Sementara pelantikan Firdaus Ilyas lebih untuk penyegaran terhadap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Lingkungan Pemerintah Kota Padang. Sebelumnya Firdaus Ilyas baru sebagai pelaksana tugas.  

Sebagai staf ahli, Firdaus Ilyas dinyatakan berhasil lolos dari seleksi jabatan SKPD Satpol PP Padang.  

Pada hari yang sama juga dilantik pejabat eselon II, Didi Ariyadi bersama pejabat eselon III lainya, seperti lurah dan kepala sekolah. 

Menurut Wako Mahyeldi, pelantikan kali ini merupakan kebutuhan organisasi, agar terjadi penyegaran sekaligus mengisi kekosongan.

”Kita ingin SKPD bisa bekerja lebih maksimal dengan didukung personal yang bekerja profesional agar dapat memberdayakan potensi - potensi yang ada," ujar Walikota. (PRB)

google+

linkedin