BIJAK ONLINE (Padang)-Sebagai Wakil Ketua Umum Pengcab Percasi, Ali Basar menilai olahraga catur terkesan diabaikan oleh pengurus dan masyarakat. Padahal, olahraga catur merupakan olahraga yang diakui oleh internasional dan pecaturnya pun juga dapat gelar resmi, yakni Grand Master (GM) yang diakui dunia.
 
“Kini kami di Pengcab Percasi Padang, ingin olahraga catur termasuk yang diterapkan dalam mata pelajaran olahraga di sekolah, “ kata Ali Basar ketika berbincang-bincang dengan tabloidbijak.com, Selasa, 4 November 2014, diruang kerja Kadispora Padang, Suardi Junir.
 
Menurut Sekwan DPRD Kota Padang ini, mendidik anak-anak bermain catur, selain untuk prestasi diberbagai turnamen, juga bermanfaat untuk meningkatkan daya pikir anak didik yang masih dalam tahap berkembang. “Lama-kelamaan,  akan muncul bagi anak didik atau pelajar, budaya rasional, budaya kritis dan budaya maju yang positif untuk kemajuan,” kata Ali Basar.
 
Kemudian, dengan mendapatkan prestasi dalam olahraga catur, boleh dikatakan juga sebagai  sebuah penghargaan intelektual, karena berolahraga catur sangat mengandalkan pemikiran dan kesehatan.  Bahkan, olahraga catur juga populer dengan sebutan olahraga asah otak.

"Bermainan catur penuh dengan prestige dan nilai kecerdasan dan nilai intelegensia seseorang,” tambah Ali Basar, sembari mengajak dan mengundang masyarakat untuk datang beramai-ramai menyaksikan Kejurda Catur, 6-9 November 2014, di Chess Garden Kawasan GOR H Agus Salim Padang. (Yal Aziz)

google+

linkedin