BIJAK ONLINE (Padang)-Sebagai Ketua Umum Pengcab Percasi Kota Padang, Syafril Basir menyebutkan, tujuan membangun Chess Garden di Kawasan GOR H Agus Salim untuk menggairahkan olahraga catur, yang merupakan olahraga asah otak dan olahraga yang murah dan meriah.
 
“Saya kira, Chess Garden yang kita buat atau yang kita bangun di Kawasan GOR H Agus Salim, mungkin merupakan satu-satunya di Indonesia,” kata Syafril Basyir kepada Tabloid Bijak, Selasa 4 November 2014, diruang kerja Kadispora Padang, Suardi Junir.
 
Menurut mantan Sekda Kota Padang ini, pemikiran untuk membuat Chess Gaden di Kawasan GOR H Agus Salim tersebut, karena kawasanya terbuka dan tempat lalu lalangnya masyarakat. Setidaknya, dengan dibangun Chess Garden tersebut, masyarakat akan bertanya, ini sarana apa dan untuk apa. “Jika yang ingin tahu lebih banyak, so pasti masyarakat itu  akan melihat secara langsung dan disitulah baru diberitahu, kalau Chess Garden ini tempat bermain catur sambil rekreasi,” kata Syafril Basir.
 
Kemudian, bidak atau buah catur yang dimainkan, sengaja dibuat besar dengan tinggi lebih kurang satu setengah meter dan dirancang seperti buah catur. “Tujuan kita membuat buah catur besar tersebut, merupakan srategi untuk menarik atau memancing rasa ingin tahu masyarakat dan kita berharap, agar ada diantara masyarakat itu yang ingin menekuni olahraga catur yang punya reputasi dunia,” kata mantan sekda Padang ini.
 
Menekuni olahraga catur, disamping olahraga asah otak ini diakui oleh dunia internasional, juga tidak membutuhkan atau memerlukan dana yang banyak untuk bermain catur. “Bermain catur membutuhkan kerja keras otak, mulai dari perencanaan, memori, pengambilan keputusan, penilaian, kreatifitas dan konsentrasi,” ujar Syafril Basyir lagi.
 
Kemudian, efek olahraga catur sangat luar biasan. Maksudnya, efek catur jelas akan membiasakan pecatur untuk hati-hati dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan. “Yang lebih bermain lagi dari berolahraga catur membiasakan pecatur membuat strategi untuk mengalahkan lawan yang dihadapinya,” tambah Syafril Basyir. (yal aziz)

google+

linkedin