BIJAK ONLINE (Padang)-- Sebanyak 70 orang peserta Pelatihan Kepemimpinan Kader (PKD) Gerakan Pemuda Ansor Propinsi Sumatera Barat menyatakan siap berperang dengan penyalahgunaan narkoba. Peredaran narkoba sudah menjadi bencana yang amat mengerikan bagi generasi muda bangsa Indonesia.

Pernyataan itu diungkapkan peserta PKD saat penutupan PKD Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat, Minggu (17/5/2015) sore di Balai Latihan Transmigrasi Padang. PKD yang berlangsung sejak Sabtu (16/5/2015) diikuti utusan dari Kabupaten Tanahdatar, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Agam dan dari Kota Pariaman. Sedangkan instruktur PKD selain dari PW GP Ansor Sumbar, juga dari Pimpinan Pusat GP Ansor Syarif Abu Bakar dan Armaidi Tanjung. 

“Pernyataan perang terhadap narkoba ini dikeluarkan karena semakin banyaknya kalangan generasi muda negeri yang dihancurkan masa depannya. Betapa menyedihkan dan memprihatinkan, anak-anak muda bangsa ini dihancurkan masa depannya oleh narkoba. Sampai anak-anak sekolahan pun dibujuk dan diberi umpan agar menjadi pencandu narkoba,” kata Pebriyaldi Ketua Kelas peserta PKD ini.

Ditambahkannya, sebagai kader Ansor yang baru saja dibaiat, kami menolak generasi kami dihancurkan oleh pengedar, gembong, dan siapa pun yang terkait dengan penyalahgunaan narkoba itu. “Untuk itu, Ansor mendukung aparat hukum dalam penindakan dan penegakkan hukum terhadap tersangka pelaku narkoba ini. Mereka harus mendapatkan hukuman yang setimpal,” kata Pebriyaldi mantan Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Padang ini.

Wakil Ketua PW GP Ansor Rahmat Tuanku Sulaiman menambahkan, bagi  kader Ansor yang terlibat  dalam peredaran narkoba itu memang tidak ada ampun. Mereka langsung diberhentikan sebagai kader Ansor. Apalagi kalau dia termasuk salah seorang pengurus Ansor, maka langsung diberhentikan juga.    

“Sebagai organisasi pemuda Nahdlatul Ulama, maka penyalahgunaan narkoba bagi kader Ansor pasti haram. Maka wajar kader Ansor perang terhadap narkoba. Apalagi jaringan narkoba ini melibatkan pihak asing yang sengaja ingin menghancurkan generasi Indonesia mendatang,” kata Rahmat alumni Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Padangpariaman ini.

Dibagian lain, Rahmat menyebutkan, selain adanya jaringan global peredaran narkoba yang ditujukan pada generasi muda, juga disebabkan semakin longgarnya pengawasan orangtua  terhadap anak-anak. Banyak anak-anak yang kecanduan narkoba akibat lengahnya orangtua dalam mengawasi anaknya. Selain itu, selalu memenuhi permintaan si anak tanpa melakukan kontrol terhadap apa yang sudah diberikan. 

“Dengan dalih kasih sayang, apa pun yang diminta si anak, dipenuhi. Ada orang tua, apa pun yang diminta anak diberikan, sekalipun yang dimintanya belum sesuai dengan tingkat usia maupun kebutuhan yang standar,” tutur Rahmat ini. (amir)

google+

linkedin