BIJAK ONLINE (Kota Pariaman)—Perbedaan antara orang Islam dengan orang Kafir adalah shalat. Demikian kesimpulan akhir isi dari ceramah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw, yang disampaikan Prof. Dr. H. Salmadanis, M.Ag, Senin (18/5/2015) malam, di Masjid Raya Kampung Baru Pariaman Tengah Kota Pariaman.
Dengan mengutip hadist Rasulullah Saw, "Antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat." (HR. Muslim). Menurut Salmadanis, ancaman bagi orang yang tidak melaksanakan shalat Fardhu, salah satu contoh meninggalkan Shalat Subuh, ancamannya satu kali meninggalkan akan dimasukkan ke dalam neraka selama 30 tahun yang sama dengan 60.000 tahun di dunia.
Lebih jauh ditegaskan Salmadanis, inti dari perjalanan Rasulullah Saw, melukakan Isra’ Mi’raj, adalah menjemput shalat Fardhu lima waktu sehari semalam dan Allah swt membuat perjanjian dengan Nabi Muhammad Saw di Sidhratul Muntaha tentang perintah melaksanakan shalat "Janji antara kita dengan mereka adalah 'Ash-Shalah', siapa yang meninggalkannya, sungguh dia telah kafir." (HR. Ahlussunan, dinyatakan shahih oleh Al-Albany dalam shahih Targhib wa Tarhib, 564)
Salmadanis, mengupas habis-habisan tentang bahaya meninggalkan shalat Fardhu, Shalat Zuhur : satu kalo meninggalkan dosanya sama dengan membunuh 1.000 orang umat islam. Kemudian, Shalat Ashar : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan menutup/meruntuhkan ka’bah.
Selanjutnta bahaya meninggalkan Shalat Magrib : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan berzina dengan orangtua. Terakhir kerugian dan siksaan meninggalkan Shalat Isya : satu kali meninggalkan tidak akan di ridhoi Allah SWT tinggal di bumi atau di bawah langit serta makan dan minum dari nikmatnya.
Pada ujung ceramahnya Salamdanis juga mengupas, siksa di Dunia orang yang meninggalkan Shalat Fardhu, Allah SWT mengurangi keberkatan umurnya. Allah SWT akan mempersulit rezekinya. Allah SWT akan menghilangkan tanda/cahaya shaleh dari raut wajahnya. Orang yang meninggalkan shalat tidak mempunyai tempat di dalam islam. Amal kebaikan yang pernah dilakukannya tidak mendapatkan pahala dari Allah SWT. Allah tidak akan mengabulkan doanya.
“Berapa pun banyak kebaikan yang dikerjakan ketika masih hidup di dunia, kalau tidak melaksanakah shalat, akan mendapatkan nilai kosong dari Allah swt, dengan memberikan contoh pembangunan masjid yang dibangun oleh orang yang hartawan tetapi apabila mereka tidak shalat, hasilnya juga nihil pada sisi Allah swt”, begitu bahaya dari meninggalkan shalat Fardhu, tutur Salmadanis.
Pada kesempatan itu Salmadanis, mengajak dan menghimbau kaum muslimin dan muslimat yang hadir, untuk dapat mengawal keluarga masing-masing, agar melaksanakan shalat Fardhu setiap hari, jangan abaikan shalat, karena perintah dari Allah swt. (amir)
