Keterangan foto: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Yondri Samin, SH, menunjuk lokasi rencana pembangunan Bron Captering oleh PDAM Kabupaten Solok, di jorong Balai, nagari Parambahan, kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok.


BIJAK ONLINE (SOLOK)-Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Yondri Samin, SH berharap agar  PDAM Kabupaten Solok, memperdayakan sumber air yang ada di jorong Balai, nagari Parambahan, kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok.


“Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kecamatan Bukit Sundi dan sebahagian kecamatan Kubung dan juga kota Solok, PDAM Unit Bukit Sundi, harus mengoptimalkan pemamfaatan sumber air bersih yang ada di jorong Balai, dengan membangun bak penampungan secara  permanent,” tutur Yondri Samin, Selasa (5/5) di Parambahan. 

Dijelaskan Yondri Samin, dirinya bersama anggota DPRD asal daerah setempat, Firmansyah yang juga Ketua Komisi A dan anggota DPRD Kabupaten Solok, Jon Firman Fandu, sudah melakukan pembicaraan dengan pihak PDAM Kabupaten Solok dan Unit Bukit Sundi, untuk segera membangun Bron Captering atau bak penampungan di sumber air bersih jorong Balai.

 “Kalau sumber air bersih dari jrong balai ini bisa dioleh secara maksimal, maka semua kebutuhan air bersih untuk kecamatan Bukit Sundi dan juga kota solok, akan terpenuhi, termasuk untuk sebahagian kota Solok,” tutur Yondri Samin. Bahkan keseriusan Wakil rakyat asal Muara Panas itu untuk mengabdi kepada masyarakat, sudah dibuktikan dengan meninjau secara langsung lokasi pembangunan Bron Captering di jorong Balai, pada tanggal 18 April 2015 silam, bersama anggota DPRD Kabupaten Solok lainnya, seperti Firmansyah dan Jon Firman Pandu.

Walijorong Balai, Hendri, juga mendukung rencana pembangunan Bron Captering tersebut, namun pihaknya juga meminta agar PDAM juga memikirkan jalan menuju Bron Catering sepanjang 150 Meter, bisa diperbaiki PDAM atau Pemkab Solok, termasuk permintaan sebuah Musalla. Sementara Kepala Unit PDAM Bukit Sundi, Amirunas dan Kasubag Perencanaan PDAM Kabupaten Solok, Nofirman menyebutkan bahwa untuk membangun bak penampungan sumber air bersih di Parambahan, dibutuhkan dana sedikitnya Rp 15 Milyar. 

“Jika itu jadi dibangun, maka PDAM Unit Bukit sundi bisa melayani masyarakat di tujuh nagari. Sehingga tidak ada lagi rumah tangga yang tidak memiliki air bersih dari PDAM,” tutur Nofirman. Dijelaskannya, saat ini jumlah di Unit bukit sundi berjumlah sebanyak  4206 pelanggan, meski yang aktif hanya sebanyak 3733. Sementara nagari yang bisa dilayani adalah seperti Muara Panas, Parambahan, Kinari, Bukik Tandang, Koto Baru, Gaung dan Saok Laweh. Sementara kapasitas air yang bisa dialirkan dari pipa induk Parambahan adalah 30 liter per detik. (wandy)

google+

linkedin