BIJAK ONLINE (Padang)-Yayasan Hidup Jaya Mandiri Padang yang beralamat di Jalan Lumbok Nomor  G-5 Komplek Wisma Indah,  Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, disinyalir menyalurkan tenaga kerja tanpa mengantongi izin.

"Setelah saya cek, tidak ditemui data tentang Yayasan Hidup Jaya Mandiri Padang terdaftar disosnaker Padang sebagai salah satu penyalur tenaga kerja," kata Kabid Pengawasan Disosnaker Kota Padang, Ahmad Yani ketika dikonfirmasi Tabloid Bijak, Senin, 4 Mei 2015.

Menurut Ahmad Yani, dirinya berterima kasih mendapat
informasi tentang Yayasan Hidup Jaya Mandiri sebagai penyalur tenaga kerja. "Saya sudah cek dan ternyata tidak terdaftar dan saya akan buatkan surat  kepada staf untuk melacak ke lokasi tentang keberadaan Yayasan Hidup Jaya Mandiri tersebut," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Padang, Frisdawati Amran Boer mengatakan,  dirinya tidak mengetahui secara jelas masalah penyalur tenaga kerja. "Untuk lebih jelasnya, sebaiknya dintanyakan kepada kepala Bidang pengawasan disosnaker Padang Ahmad Yani, soalnya saya baru bertugas di sini," katanya. 

Sementara berdasarkan hasil investigasi Tabloid Bijak, ditemui salah seorang tenaga kerja sebagai pembantu rumah tangga yang bernama Endah (46) yang mengaku berasal dari Provinsi Lampung.

Menurut keterangan Endah, dirinya disalurkan sebagai pembantu rumah tangga di rumah yang beralamat  di Jalan Beringin 3 C dan dirinya telah bekerja selama delapan bulan. Padahal sebelumnya, dalam kontrak disepakati masa kerjanya hanya enam bulan.

Sebagai tenaga kerja, kata Endah, dirinya mengaku sudah tidak tahan bekerja dirumah majikannya tersebut. "Saya ingin pulang ke Lampung, " ujarnya. 

Masalah gaji, lanjut Endah, dirinya hanya menerima Rp 1.2 juta perbulan. Padahal dalam kontrak kerja dengan Yayasan Hidup Jaya Mandiri sebesar Rp 1,5 juta. 

Kemudian, kata Endah lagi, majikannya baru mau melepaskan dirinya sebagai pembantu rumah tangga, bila sudah ada penggantinya. "Tungu sajalah dulu, sampai ada pengganti," ujar Endah mengulangi perkataan majikannya.

Sementara Ana yang mengaku karyawan  Yayasan Hidup Jaya Mandiri Padang  mengakui kalau Endah memang tenaga kerja yang disalurkan yayasannya. "Endah telah bekerja pada kami, sejak 17 Agustur 2014 lalu," katanya.

Masalah gaji, kata Ana, pihak Yayasan hanya memotong Rp 70 ribu perbulan. "Uang yang kami potong itu sebagai biaya operasional," katanya, sembari menambahkan pimpinan yayasan lagi berada di Lampung.

Menurut Ana, pihak yayasannya sejak  2010 sampai 2015 telah menyalurkan lebih kurang 200 tenaga kerja. Mulai dari tenaga kerja pembantu rumah tangga, bibi sister, dan kakak asuh. (Chan)

google+

linkedin