TAMPAKNYA, dialog politik praktis  tentang pemilihan Gubernur Sumbar 2015-2020 antara si Miing anak Betawi dengan si Syafril anak Nagari Pauhlimo berlanjut dan bahkan tambah seru dan panas. (Agar nyambung ceritanya,  baca juga dialog keduanya pada tulisan yang berjudul;"Kalau Gue Dukung Irwan Prayitno Emangnya Kenape?).

Seminggu kemudian, si Miing dan si Syafril  secara kebetulan bertemu lagi, karena sama-sama menghadiri acara gotoroyong bersama di kantor Camat Pauh. 

Tanpa ba bi bu, si Miing langsung saja berkicau;"Lu gue dengar, diam-diam dukung calon gubernur yang sudah gaek ye," katanya  dengan gaya anak Betawi.

Eeeeeee, kata Syafril, waang ko kok  tibo-tibo menaduh aden mendukung calon gubernur gaek, apo waang punyo bukti, Miing gaduk (baca sombong)," kata anak Nagari Pauhlimo ini sembari mengajak si Miing duduk dibawah pohon kayu untuk menghindari panasnya terik matahari.

"Lu Syafril, nggak usahlah lu sembunyi-sembuyi lagi, kalau memang itu pilihan elu, ya nggak ape-ape. Biasalaaah, asal lu jangan sampai maju tak gentar bela yang bayar aje," kata si Miing sembari meminta rokok sebatang dan air meniral.

"Ach, kacau waang ko mah," kata Syafril dengan nada ketus, sembari menyalakan korek api untuk menghidupkan rokok yang diminta si Miing.

"Kok gue dituduh kacau. Kalau menurut gue elu yang kacau, karena mendukung calon gubernur yang udeh tue. Sadar, sadar lah kawan," kata Miing sembari menceritakan, dirinya banyak menerima SMS dan komentar di fecabook, gara-gara hasil  dialog di warung nasi minggu lalu di Pasar Baru jalan ke kampus Unand. 

"Rupanye, dialog kite waktu itu ada wartawan yang denger dan diberitakannya dan kemudian di share juga ke status gue dan ke berbagai grup pertemanan lainnya," kata si Miing sembari mau berdiri untuk ikut goro.

"Oi buyung Betawi, ka pai kama waang, duduk saelah dulu, masalah kebersihan di Pauh ko bia saelah pak camatnyo yang manyalasaikan. Nagari ko indak kasalasai dek waang gai doh, dasar anak Betawi gaduak," kata Syafril sembari menghidupkan lagi rokoknya.

"Oh ya Syafril, emangnya elu benar-benar serius mendukung calon gubernur gaek itu. Kalau elu serius, ntar gue kabarin ame teman gue yang jadi  tim sukses gubernur gaek tu," kata Miing sembari menjelaskan;"Seharusnye, calon gubernur gaek itu,  jagain cucu aje lagi."

"Oi Buyung Betawi, waang jaan macam-macam juo lai. Beko dialog kito ko diberitakan lo lik jo wartawan, heboh lo lik. Bukan waang sae yang paniang di buek berita tu,  aden  sae tarabo dibuek dek komentar fesbuker-fesbuker yang kalamak dek inyo sae berciloteh," kata Syafril sembari menerangkan, kalau statusnya di FB banyak yang mengajukan pertemanan.

"Mane pule ade wartawan disekitar kite ini," kata si Miing sembari melihat kepada beberapa warga Pauh yang sedari tadi sudah mendengar dialognya. .

"Yolah Buyung Betawi gaduik. Kalau aden mandukuang  calon gubernur gaek, apo lo urusan waang dan waang jaan macam-macam  lo yo, den patahan batang lihia waan beko," kata Syafril sembari mengacungkan tinjunya.

"Ya deh, gue pamit dulu ye, soalnya ada pesan SMS dari cewek gue yang ngajak minum cendol di Jalan Patimura. Tapi ingat ye, daripada gubernur gaek itu yang elu dukung, sebaiknya ikut pilihan gue aje, IP dan lanjutkan," kata Miing sembari berdiri dan langsung melangkah ke mobilnya yang diparkir tak berapa jauh darinya berdialog berdua. (Penulis adalah wartawan tabloid bijak).






  







  

google+

linkedin