SESAMPAINYA dirumah dari bergotoroyong di kantor camat Pauh, si Syafril anak Pauhlimo kaget mendapatkan undangan untuk menghadiri acara silaturrahmi dengan salah seorang calon Gubernur Sumatera Barat, periode 2015-2020 mendatang. 

Rasa keget si Syafri tersebut,  selain kenapa dirinya mendapatkan undangan, juga ada kata dan kalimat dalam undangan tersebut;"Setiap  yang datang akan diberikan uang transfortasi dan makan malam bersama." (Baca juga tulisan sebelumnya;" Kalau Gue Dukung Irwan Prayitno, Emangnya Kenape? dan Diam-diam Lu Dukung Calon Gubernur yang Udah Gaek Ye ").

Setelah membaca undangan tersebut, si Syafril langsung memanggil  adiknya salah satu mahasiswa Fakultas Hukum Unand Padang yang kebetulan tinggal bersama dirinya dikomplek perumahan Palimo Indah.

"Mira, mira, sia tadi yang maantakan undangan ko dan apo keceknyo," kata Syafril sembari duduk dikursi tamu rumahnya.

"Indak tahu awak jo urangnyo doh da, tapi urangnyo gapuik pendek, kuliknyo hitam dan pakai topi co koboy meksiko  da," kata si Mira sembari memberikan segelas air putih kepada kakaknya Syafril.

"Gapuak pendek, sia yooo, oi Mira, apo urang tu ado batahi lalek di pipinyo," kata si Syafril bertanya kepada adiknyo yang berkulit kuning langsat dan cantik bagaikan artis AA yang lagi dihebohkan berprofesi ganda sebagai wanita pemuas nafsu birahi, yang katanya anggota DPR RI.

"Indak taparatian dek Mira  doh da, tapi saat urang tu  maagihkan surek tu tadi,  Mira caliek di jari tangannyo ado cicin batu akik berwarna hijau dan biru da," kata Mira sembari mau pamit untuk memasak nasi di dapur.

"Kau ko adoh-adoh sae, batu akik dijari tangan urang tacaliek dek kau, tapi tahi lalatnyo indak kau caliek," kata Syafril sembari memencet nomor di handphonenya.

"Assalamualaikum, hai Miing, lai dapek undangan lo waang, aden ko diundang lo jo calon gubernur yang tea dan sok hebat tu," kata Syahril memberitahukan kepada temannya Miing, sembari mengundang kerumahnya.

Bak bagai sepeminum teh, terlihatlah si Miing sudah sampai dirumah si Syafril yang rumahnya hanya berjarak tiga rumah.

Sesampainya diruang tamu, si Miing langsung saja meminta undangan dari calon Gubernur Sumbar tersebut. 

"Kalau calon yang ini, nggak ape-ape lah lu hadiri, Syfaril, soalnya kata teman-teman gue dikantor, bapak ini royal bagi-bagikan duitnye, terutama untuk para wartawan, termasuk wartawan yang abal-abal," kata Miing memberikan saran pada Syafril yang lagi asyik membaca SMS di handphonenya.

"Apo kecek waang, aden hadiri acara undangan ko. Lah tea waang mah, mangga lo pajatu yang ka aden dukung, jadi bupati se inyo lai indak beres karajonyo, apo lo ka jadi gubernur, waang sae lah yang mendukung pajatu," kata Syafril dengan nada sedikit tinggi.

"Kok tingi banget suara lu Syafril. Kalu elu nggak mau menghadiri acara undangan makan malam itu, ya nggak  ape-ape. Kalau pilihan gue kan lu udah tahu IP," kata Miing sembari mohon diri, dengan alasan tadi sebelum kerumah si Syafril, dia lagi menghidupkan kran air untuk memenuhi bak mandi dirumahnya.(penulis wartawan tabloid bijak).












  

google+

linkedin