PADANG—Wakil Ketua DPRD Kota Padang Wahyu Iramana Putra yang juga anggota pansus II yang membahas LKPJ Walikota Padang 2015, mendesak Walikota Padang untuk menyelesaikan segala masalah bengkalai Pasar Raya yang sifatnya merugikan pedagang.
"Sampai saat ini yang namanya pungutan liar di pasar raya dan pasar- pasar satelit yang ada di Kota Padang terus berlangsung, bahkan diduga oknum dari dinas tertentu sebagai dalangnya. Selain masalah Pasar kita juga minta dinas terkait segera membenahi bengkalai yang ada di Sentral Pasar Raya," kata Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Wahyu Iramana Putra, kepada Tabloid Bijak dan Padangpos.com.
Selain itu, kata Wahyu, Pemko Padang juga harus segera membenahi bengkalai Pasar Inpers II. Tujuannya, agar pembangunan Pasar Inpres segera terwujud, sehingga pedagang yang ada di penampungan bisa diakomudir. "Kita di ’DPRD Kota Padang juga meminta Dinas Pasar untuk meningkatkan pendapatan Asli Daerah( PAD) dari , ‘’ujar Ketua DPD Golkar kota Padang ini.
Sementara Kadis Pasar, Hendrizal Azha menjelaskan, saat ini untuk pengamanan dan penertiban dan meminimalisir pedagang yang sering membuka dagangannya diluar batas garis yang telah ditentukan, maka petugas dilapangan setiap harinya akan diturunkan ke lokasi- lakosi yang di larang berjualan.
Sedangkan mengenai adanya indikasi "orang bagak" melakukan pungutan liar dan mengakomodir para pedagang di Pasar Raya dan pasar lainnya, diharapkan pihak terkait untuk melakukan upaya hukum kepada pelakunya. "Jika jika ada oknum dari dinas pasar, saya akan menintak oknum tersebut secara hukum dan peraturan di dinas pasar, ‘’ tegasnya.
Kemudian Hendrizal Azhar menjelaskan masalah target. Katanya, saat ini target PAD Rp 13 mliar. "Jika belum tercapai tentu nol dan jika kita diakomulasi semuanya tentu nilainya rendah, tetapi jika di hilangkan tentu naik jumlah tersebut," katanya sembari menambahkan, saat ini pencapaian PAD baru sebesar Rp 7 miliar.
Menyangkut kebakaran yang terja¬di di pasar raya Blok B dan C menurut Hendrizal Azhar ini merupakan suatu musibah yang tak terelakkan, dan jika memang ada timbul kecurigaan dengan unsur kesengajaan atas insident kebakaran di Blok B dan C tersebut. "Saya berharap pihak kepolisian untuk mengusutnya sampai tuntas," ujarnya. ( yos )
