BIJAK ONLINE (Kota  Pariaman)—Wakil Wali Kota Pariaman, Dr. Geneus Umar, mengatakan, olah raga sangat penting bagi setiap orang, karena dengan berolah raga badan menjadi sehat, apalagi generasi muda, sebagai harapan bangsaa dan Negara untuk melanjutkan pembangunan, tidak akan mungkin, tongkat estapet diberikan kepada generasi yang loyo. 

Hal itu disampaikan Genius Umar, pada pembukaan pertandingan Bola Volly Cup 2015, antar anak Nagari se Kota Pariaman, Jum’at (8/5/2015) di Lapangan Volly Desa Kp. Baru, Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman. 

Dikatakan, pertandingan seperti ini perlu digelar secara rutin, guna untuk memberikan motivasi kepada masyarakat pada umumnya dan generasi muda pada khususnya, baik laki-laki atau pun perempuan, karena olah raga Volly itu, sudah umum di negeri kita ini, laki-laki dan perempuan sebagai pemainnya.

“Saya sangat memberikan Apresiasi kepada Panitia penyelenggara Iven ini, termasuk kepada sponsor yang telah memberikan bantuan demi sukses dan jalannya acara ini”, tutur Geneus Umar dengan nada semangat.

Ketua Panitia Pelaksana Firman, di dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang digelar dari tingkat desa, kecamatan dan tingkat kota, selanjutnya bagi para juara akan dibawa untuk mewakili Kota Pariaman ke tingkat Sumatera Barat.

Lebih jauh disampaikan dari 71 desa dan kelurahan di Kota Pariaman, pertandingan ini diikuti 16 desa dan kelurahan  terdiri dari 6 regu putrid dan 10 regu putra, kegiatan seperti sudah memasuki  tahun ke III dilaksanakan di Kota Pariaman. 

Sementara itu PBSI Kota Pariaman, Zulbedri, mengungkapkan, pertandingan  Nagari Cup ini, sudah merupakan agenda tahunan, disamping untuk mencari bibit baru, juga untuk membangkitkan semangat masyarakat di dalam berolah raga. 

Hadir pada acara tersebut, Ketua DPRD Kota Pariaman, Drs.Mardison Mahyuddin, MM, Kadis Pendidikan Drs, Kandri, MM, Kadis Budaya dan Pariwisata, Drs. H. Efendi Jamal, MM dan  undangan lainnya. 

Pada kesempatan itu pengamat Olah Raga Bola Volly Kota Pariaman, Orpan Damrah, di dalam bincang-bincang dengan wartawan Bijak Online, mengatakan, terlihat  dari kurangnya peserta yang ikut bertanding utusan desa dan kelurahan disebabkan, tidak adanya pembinaan  dari PBSI Kota Pariaman. 

“Masak dari 71 desa dan kelurahan di Kota Pariaman yang mengirim utusan hanya enam klub putrid dan sepuluh klub putra”, ujar mantan anggota Dewan ini.

Dari 6 klub putrid yang masuk semi final, Desa Kampung Baru, Kampung Pondok dan Karan Aur, di dalam pertandingan untuk mencari Juara satu, dua dan tiga. Pertama berhadapan Kampung Pondok dengan Kampung Baru,  set pertama  dimenagkan Kampung Baru  dengan skor (25-18) set kedua dan ketiga dimenangkan oleh Kampung Pondok, dengan skor (25-22 dan 15-10). 

Kemudian pada pertandingan berikutnya berhadapan Karan Aur dengan Kampung Baru, dengan skor (25-18). (amir)

google+

linkedin