Keterangan foto: Tampak Kelompok Tani Tanjung Harapan, jorong Koto Tinggi, nagari Surian, Kabupaten Solok yang dipimpin oleh Ketua Kelompok Tani, Kusmaji, sedang melakukan panen buah apel yang dibawa dari Malang dan sukses dikembangkan di Surian


BIJAK ONLINe (SOLOK)-Anggota DPRD Kabupaten Solok, Harry Pawestrie, berharap agar Dinas Pertanian Kabupaten Solok, ikut peduli dengan pembudidayaan apel Malang yang sudah dikembangkan oleh Kelompok Tani Tanjung Harapan, Jorong Koto Tinggi, Nagari Surian, Kabupaten Solok dan berhasil dengan baik.

“Seharusnya Dinas Pertanian Kabupaten Solok, cepat tanggap dan meninjau langsung lokasi pengembangan tanaman apel Malang yang sudah dikembangkan oleh Kelompok Tani Tanjung Harapan tersebut,” jelas Harry Pawestrie, ketika berbincang, Selasa (5/5). 

Menurut Harry, Dinas Pertanian Kabupaten Solok, harus segera berkoordinasi dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat yang berada di Sukarami  Kabupaten Solok, untuk mengembangkan buah apel dari Malang, yang sukses di kembangkan oleh Kelompok Tani Tanjung Harapan, di bawah pimpinan Kusmaji, pria asal Malang yang menikah dengan wanita Surian.

“Saya tidak menduga, ternyata apel Malang ini tumbuh subur di Surian. Pertanyaannya, kenapa Dinas Pertanian kita tidak cepat tanggap masalah ini. Kan prosfeknya bagus untuk dibudidayakan di Kabupaten Solok, seperti di Gunung Talang, Lembah Gumanti, Lembang Jaya dan Danau Kembar. Sebab ada kesamaan daerah tersebut dengan Kabupaten Malang,” terang politisi dari PKS tersebut. Untuk itu, dirinya bersama-sama anggota DPRD, akan membicarakan hal ini dengan Dinas Pertanian Kabupaten Solok, agar apel Malang bisa dikembangkan di Kabupaten Solok.


Sementara itu, Kasmuji Ketua Keltan Tanjung Harapan, menyebutkan, bahwa meskipun Keltan yang dipimpinnya baru mengembangkan sekitar 700 batang pohon apel dengan luas lahan satu hektare, namun apel Malang sangat tubuh subur di Surian. Kelompok Tani yang beranggotakan sebanyak 33 orang dan berdiri sejak tahun 2009 silam itu, akan terus menambah luas lahan, sehingga diharapkan nantinya kecamatan-kecamatan yang mempunyai kondisi geografis yang sama dengan /surian, bisa membudidayakan apel Malang dan didukung oleh Dinas Pertanian Kabupaten Solok. 

Adapun jenis apel yang dikembangkan adalah farites  atau segala jenis apel, seperti Manalagi, Anna dan Rome Beauty. “Jenis apel Manalagi, satu pohonnya bisa menghasilkan rata-rata seberat 14 kg sekali petik . Untuk jenis yang kedua yakni apel Anna, perpohonnya bisa menghasilkan rata-rata seberat 11 kg. Sementara jenis apel Merah atau Rome Beauty, perpohonnya bisa menghasilkan rata-rata seberat 12 kg per batangnya,” tutur Kusmaji.

Sementara Kadis Pertanian melalui Kabid Hultikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Rifda Deliza, mengaku akan terus memantau perkembangan tanaman apel Malang yang ada di Surian. Bahkan, rencananya beberapa orang Keltan Tanjung Harapan, akan diberangkatkan study banding ke Malang, untuk mempelajari pembudidayaan apel Malang untuk dikembangkan di Solok. 

“Meski apel Malang bukan produk andalan Kabupaten Solok, namun kalau memang berkembang baik di sini, tentu akan kita perhatikan,” tutur Rifda Deliza, sambil menyebutkan bahwa produk andalan pertanian Kabupaten Solok adalah Markisah, jeruk dan alpokat (wandy/rix)


google+

linkedin