BIJAK ONLINE (Padang)-Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Wahyu Iramana Putra menilai laporan Bappeda Kota Padang ABS alias Asal Bapak Senang, karena menyebutkan 10 program pasangan Walikota Mahyeldi dan Wakil Walikota Emzalmi sudah berjalan dengan baik.
"Saya menilai laporan Kepala Bappeda terlalu berlebihan dan laporan itu saya nilai ABS atau Asal Bapak Senang," kata Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Wahyu Iramana Putra ketika dihubungi Tabloid Bijak dan Padangpos.com, Selasa, 12 Mei 2015.
Menurut Wahyu, rancangan pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) selama ini belum membahas 10 unggulan Pemko Padang yang digadang-gadang Mah-Em tersebut. Begitu juga dengan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wako 2014. "Saya berharap Ervan Bahar jangan asal berbicara saja, tunjukkan ke publik kalau program Mahyeldi – Emzalmi( Mah-Em) itu sudah sukses," kata politisi Golkar ini, Selasa (12/5) kemaren.
Kemudian, kata Wahyu, sebagian besar program yang dijalankan setahun masa jabatan wako-wawako itu turunan dari program walikota periode sebelumnya, yakni mantan wako Fauzi Bahar. " Pemko dan DPRD Padang baru berencana akan membahas 10 program tersebut dalam APBD Perubahan," katanya.
Sedangkan LKPj yang akan mengakomodir 10 program Mah-Em tersebut, kata Wahyu, kini tengah dibahas oleh anggoata pansus DPRD Padang dan begitu juga dengan sejumlah perbandingan yang lagi digodok anggota DPRD dengan mengambil perbandingan di sejumlah daerah dalam kunjungan kerja mereka yang tengah berlangsung.
"Kini faktanya, belanja modal Pemko Padang belum mencapai target 30 persen dari APBD. Demikian juga 10 persen anggaran kesehatan dan anggaran pendidikan mencapai 20 persen. Jika syarat minimal menurut undang-undang itu telah terpenuhi, baru dapat dikatakan sukses dan terealisasi," kata Wahyu.
Wahyu mengaku, DPRD Padang dalam hal ini terus mendorong dan mengawal program dari MahEm. Komunikasi antara DPRD kepada Walikota Padang Mahyeldi sudah bagus, dan ketika ada hal yang tersumbat, DPRD selalu mencoba mendorong dan membantu agar berjalan dengan baik. "Contohnya masalah pasar raya, dan DPRD mengakomodir 379 pedagang pasar Inpres I dan II," ujarnya.
Secara terpisah, Kepala Bappeda Kota Padang, Hervan Bahar menjelaskan, dirinya tidak menyebutkan seluruh program unggulan pemko, akan tetapi sebagian program yang telah dilaksanakan walikota, sejak Mei 2014 dan genap setahun, 13 mei 2015 ini. "Sebagian visi misi Wwlikota, yang tertuang dalam 10 program unggulan, sudah diakomodir dalam perubahan anggaran sekitar bulan Agustus 2014 lalu dan memang tidak seluruhnya dan saya katakan sebagian, yang bisa dihitung," katanya dengan tegas.
Hervan Bahar mengaku tidak menilai sesuatu secara kuantitatif, melainkan kualitatif. Ada baiknya, kejelasan ini ditanyakan pada DPRD yang lama. "Yang jelas, kami menilai 10 program Mah-Em baik, seperti buat jalan betonisasi, bedah rumah, sekolah gratis dan beberpa program lain yang dijadikan prioritas dan sebagian sudah kita masukan dalam perubahan 2014,’’ungkap Mantan Kadis PU kota Padang ini.( yos)
