BIJAK ONLINE (Padang)-Yayasan Hidup Jaya Mandiri yang menyalurkan tenaga kerja pembantu rumah tangga, membayar upah tidak sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur nomor 562-802-2014 tentang Upah Minimum Provinsi Sumbar, 2015,
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tabloid Bijak, Yayasan Hidup Jaya Mandiri menyalurkan tenaga kerja rumah tangga yang bernama Endah (46) dengan menetapkan upah dalam kesepakatan Rp 1,5 juta. Padahal, Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumbar 2015 ditetapkan sebesar Rp.1.615.000, sejak 27 Oktober 2014 lalu.
Menurut keterangan Endah yang disalurkan sebagai pembantu rumah tangga, mengaku tidak menerima upah sesuai kesepakatan dengan Yayasan Hidup Jaya Mandiri. "Saya hanya menerima uang setiap bulan Rp 1,2 juta dan padahal dalam kontrak Rp 1,5 juta," kata wanita yang mengaku dari Lampung kepada Tablid Bijak.
Kemudian Endah mengaku tak mau lagi bekerjasa sebagai pembantu rumah tangga dirumah majikannya di Jalan Berigin 3 C. "Saya mau pulang ke Lampung, tetapi majikan saya tak mau memberikan izin, sebelum ada pengganti saya," katanya.
Secara terpisah, Ketua Yayasan Hidup Jaya Mandiri Mandiri, Sugiarto menegaskan, upah yang diberikannya sesuai dengan kesepakatan yayasan dengan pihak majikan tempat Endah bekerja sebagai pembantu rumah tangga. "Masalah gaji tak ada masalah," katanya melalui handphone selulernya dan Sugiarto mengaku lagi berada di Lampung.
Kemudian masalah izin, kata Sugiarto, yayasannya sudah punya izin ganngguan dan untuk lebih jelasnya, sebaiknya ditanyakan kepada Notaris Yuliarmi, SH.
Sedangkan masalah Endah pembantu yang disalurkannya, Sugiarto menjelaskan tenaga kerja yang disalurkannya itu sedikit agak stress. "Bibi Endah itu dapat dikatakan agak stres, soalnya apa yang dikatakannya selalu berubah-ubah," katanya.
Sementara Notaris & PPAT Yuliarni,SH ketika dihubungi membenarkan kalau Yayasan Hidup Jaya Mandiri memang mengurus aktanya ditempatnya. "Saya tak bisa memberikan informasi lebih jauh, karena alasan kode etik notaris," ujarnya.
Secara terpisah, Dennie Olita majikan tempat Endah bekerja sebagai pembantu menyebutkan kalau dirinya tak pernah memberikan pekerjaan yang berat-berat. "Saya selalu berbuat baik pada bibi Endah," katanya.
Menurut Dennie Olita, Endah lagi dalam kondisi yang galau atau stress. "Dulu, saya pernah mengajak Endak untuk berobat ke psikiater, karena dia selalu mondar-mandir, namun bibi Endah tidak mau saya ajak," tambahnya.
Sedangkan masalah gaji Endah, Dennie Olita melihatkan cacatan tentang gaji yang dibayarkannya dengan berbagai rincian yang totalnya RP 1,2 juta. (chan)

