BIJAK ONLINE (Padang)-Wakil Gubernur Sumatera Barat, Drs H Muslim Kasim MM menyarankan dan sekaligus mendukung, tuo silek tradisi segera melaksanakan Musyawarah Besar dengan mengundang semua pandeka di Ranah Minang.
"Musyawarah termasuk satu cara kita orang Minang mencari solusi dari berbagai persoalan yang dihadapi dengan cara duduk baiyo-iyo dan sakato," kata Muslim Kasim dalam acara silaturrahmi dengan tuo silek, di Batagak Agam, Sabtu, 9 Mei 2015 lalu.
Menurut MK, sebaiknya tugas dan tanggungjawab melestarikan silek tradisonal dan mengembangkannya, harus menjadi tanggungjawab bersama sesama tuo silek dan pandeka. "Jika fakta dan kondisi itu terealisasi, saya yakin olahraga pencaksilat tak akan menjadi tamu dirumah sendiri," kata mantan bupati Padang Pariaman ini.
Tampaknya, saran Wagub Sumbar pada kegiatan Silaturahmi Pandeka Minang yang dilaksanakan di Batagak baru-baru ini, spontan disikapi sejumlah Tuo Silek dari berbagai sasaran yang tergabung dalam Perkumpulan Silek Tradisi Minang Rancak Basamo dan Yayasan Silek Lintau dengan membentuk panitia perumus musyawarah tersebut.
Pembentukan panitia perumus Musyawarah Pandeka Minang tersebut dilakukan sejumlah tuo silek dalam suatu ‘rapek’ baselo di tengah gelanggang di Batagak seusai dilaksanakannya kegiatan Silaturahmi Pandeka Minang Saliriak Gunuang Marapi salingka Gunuang Singgalang dan dihadiri langsung Wakil Gubernur Muslim Kasim.
Rapat spontan yang berlangsung seusai acara silaturahmi itu berakhir hingga pukul dua dinihari (Minggu). Para tuo silek yang antara lain terdiri dari Herman Dt Tumangguang, Pak Ijan, Pinto Janir Rajo Marah, Dt Barbanso, Uwak Djelli, Ujang (Jejeng), Nasrul, Pak Pung, AM St Sati, Kayo, Basa, Naswir, Riki Sutan Mantari, Andi St Mudo, Palindih sepakat memercayai Uwak Djelly, Pinto Janir Rajo Marah, Pak Pung, Jejeng, Nasrul Sutan Mantari, Ustadz Naswir, ustadz Ol, Herman Dt Tumangguang menjadi tim perumus persiapan Musyawarah Gadang Pandeka Minang.
Para tuo silek pemberi amanat tersebut memberi tenggat waktu 7 hari kepada tim perumus untuk menyelesaikan rumusan-rumusan menyangkut apa dan bagaimana menyangkut pelaksanaan musyawarah dimaksud.
“Kita ingin pelaksanaan musyawarah tersebut dilakukan selekasnya. Target kita adalah mengundang sekitar 300 tuo silek dari berbagai sasaran silek di ranah Minang. Kita berharap, musyawarah tersebut dapat melahirkan berbagai pikiran-pikiran untuk pelestarian dan pengembangan seni silek tradisi di ranah tacinto ini”, ujar Wak Djelli ‘juru bicara’ dari tuo silek yang memberi amanat tersebut.
Menurut Wak Djelli, pembahasan lebih lanjut menyangkut musyawarah tersebut akan dilaksanakan di salah satu rumah gadang di sasaran silek di Lintau pada 23 Mei mendatang. (media center MK)
