BIJAK ONLINE (Padang)-Sebagai Wakil Gubernur Sumatera Barat dan yang akan maju pada Pilgub Sumbar 2015-2020, Drs H Muslim Kasim MM menyebutkan punya visi pembangunan berbasis kebudayaan dan berbasis kemasyarakatan. Alasannya, karena pembangunan berbasis kebudayaan merupakan pembangunan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dalam harmonisasi kearifan lokal.
"Pembangunan berbasis kebudayaan akan menerobos berbagai ruang, baik ruang reformasi, ruang sosial, ruang pengetahuan dan teknologi dan terkadang kita terpana karena putaran kencang roda globalisasi yang kadang menghantarkan kita kepada sesuatu yang menguntungkan atau memudahkan dan terkadang justru mencampakkan kita pada jurang kekeliruan sosial yang pada akhirnya menciptakan keputus-asaan dan melenyapkan kepercayaan diri," kata Muslim Kasim ketika berbincang-bincang dengan para tuo silek, di Batagak Agam, Sabtu malam, 9 Mei 2015.
Merurut wagub yang akrab disapa MK, akibatnya kerapuhan sosial masih dianggap kekuatan, kekeliruan masih dianggap kebenaran. "Kekeliruan menjadi kebiasaan, kebiasaan menjadi tradisi, tradisi menjadi pakaian sehari-hari; sikap ini harus kita ubah dengan pembangunan berbasis kebudayaan yang sesuai dengan Adat Basandi Syarak dan Syarak Basandi Kitabullah,” ujar MK sembari menambahkan, dirinya sangat berharap sekali dan komit mendukung pelestarian silek tradisi.
Pada kesempatan berdialog dan bercengkrama tersebut, para tuo silek sepakat mendukung dan mendoakan MK untuk menjadi Gubernur Sumbar 2015 dengan harapan silek tradisi menjadi pakaian anak nagari.
“Gagasan Pak MK, pikiran Pak MK dalam pelestarian dan pengembangan silek tradisi wajib kita beri apresiasi. Bila Pak MK komit mendukung silek tradisi, kami akan lebih komit lagi mendukung Pak MK untuk menjadi gubernur Sumbar yang kami harapkan juga menjadi ‘pemimpin Minangkabau’ yakni pemimpin yang ninik mamak, “ kata Ketua Yayasan Silek Lintau Wak Djelly yang hadir pada acara silaturahmi itu.
Hadir dalam acara tersebut, beberapa sasaran silek antara lain Limbak Tuah, Silek Lintau, PSTM Bunyian Singgalang, Perisai Patar, Suntiang Alam babega, Kuciang Itam, Ganto Minang, Kilek Marapi, Buluah Parindu, Talago Sati, Alang Sambilan. Tuo-tuo silek yang hadir antara lain Herman Dt Tumangguang, H Kobar, Pak Ijan, Pinto Janir Rajo Marah, Dt Barbanso, Uwak Djelli, Ujang (Jejeng), Nasrul, Pak Pung, AM St Sati, Kayo, Basa, Naswir, Riki Sutan Mantari, Andi St Mudo, Palindih. (media center MK)
