SEORANG wanita yang masih terbilang ABG (Anak Baru Gede) terlihat sibuk mendiamkan bayi dalam gendongannya. Rambutnya yang sebatas bahu dibiarkannya  terurai dan kusam. Kemudian, biji matanya terlihat memerah sembab, karena air mata selalu mengalir bagaikan mata air.

“Jangan menangis anakku, diamlah sayang. Aku ini ibumu yang sudah tak kuat lagi mendengar tangismu, plis, plis  anakku.” 

Suara penuh pilu itu, tak juga kunjung menghentikan tangis bayi dalam gendongannya. Sebagai seorang ibu yang belum punya pengelaman dan pengetahuan tentang bagaimana merawat bayi, kian membuat wanita ABG itu  panik, bingung, resah dan gelisah. 

“Diam sayang, diamlah sayang. Aku ini ibumu, diamlah sayang.”

Tapi, upaya si wanita ABG   itu tak kunjung juga mampu menghentikan tangis bayinya. Bahkan, tangis  bayi yang berkelamin wanita itu kian menjadi-jadi, meskipun si wanita ABG itu telah menggoyang-goyang dan menghayunkan bayi itu ke kiri dan ke kanan dalam pangkuannya.

Tak berapa lama, terlihat si ABG  membaringkan anak bayinya di tempat tidur. Setelah dilihat popoknya basah, si ibu menggantinya dengan popok yang baru. Namun, setelah popoknya diganti, si bayi masih saja menangis sejadi-jadinya. 

“Sherly anakku sayang, jangan menangis terus sayang. Ibu sayang kamu.”

Namun bahasa lemah lembut dan penuh kasih sayang  dari si wanita ABG itu, masih tak kunjung juga menghentikan tangis bayi tersebut. Bahkan, tangis banyi itu semakin membuat sang ibu panik dan resah dan gelisah  

Dalam kepanitan dan kegundahan, si wanita ABG itu terlihat meletakan bayi yang masih menangis itu dilantai kamar kost yang berukuran 3 X 4 meter. Kemudian, si wanita ABG itu terlihat sujud kelantai dan setelah itu mengadahkan kedua tangannya ke atas. 

“Ya Allah, tolonglah hambamu ini dan ampunilah dosa-dosaku. Ya Allah diamkanlah tangis bayiku dan hamba tak berdaya lagi mendiamkannya. Ya Allah, bayi yang aku lahirkan ini, memang bukan berdasarkan pernikahan dan hambamu khilaf dan terpedaya mengikuti pesta anak muda di awal pergantian tahun baru,  yang merupakan tipudaya syetan ya Allah. Kini, hambamu mohon ampun ya Allah, yang salah hambamu ini  ya Allah dan lindungilah bayiku ini ya Allah.”

Tak berapa lama kemudian, terlihat si wanita ABG itu sudah tertidur pulas disamping bayinya yang mendadak berhenti menangis. Kemudian sang  bayinya memandang kepadanya. Selanjutnya terlihat tangan si bayi memegang pipi si wanita ABG tersebut dan seakan si bayi menghapus air mata ibunya. 

Dalam keheningan malam, si wanita ABG terbangun dan dilihatnya bayinya masih saja memandang dirinya dengan sorotan mata yang banyak makna. 

“Kenapa tak tidur anakku. Tidurlah sayang. Ibu sayang kamu dan ibu tak akan meninggalkanmu lagi sayang. Besok, kemana saja ibu pergi, ibu akan selalu membawamu. Maafkan ibu sayang.”

Mendengar ucapan itu, terlihat si bayi tersenyum melihat pada ibunya. Sementara si ibu juga tersenyum melihat bayinya yang seakan mengerti penderitaannya. 

“Ibu pergi, untuk mencari pekerjaan sayang. Ibu sudah tak punya uang lagi sayang. Kalau ibu pergi mencari pekerjaan, dengan apa kita beli susu dan roti sayang.”

Suasana haru biru berubah menjadi suasana ceria dan bahagia, karena si bayi dalam gendongan ibunya terlihat tersenyum dan kemudian badannya dirapatkanya pada ibunya. Sambil membelai-belai kepala si bayi, si wanita ABG itu terdengar melantunkan sebuah lagu dodoi si dodoi. Tak berapa lama terlihat bayi tertidur dan dibaringkannya di atas lantai yang  hanya beralaskan kain sarung.

Setelah bayi tertidur, terlihat si wanita ABG itu menangis dan kesepuluh jaritangannya 
meremas-remas kepalanya. Dalam kondisi badannya terlentang, sesekali dia menghentakan kakinya sembari memiringkan tubuhnya ke kiri dan kanan. “Ya Allah, tunjukanlah jalan bagi hambamu ini.” 

Tak lama kemudian, terlihat si wanita ABG itu berbicara dengan mempergunakan handphone selulernya sembari berjalan menuju  kamar mandi dan setelah itu memakai baju kaos oblong warna hitam yang dikombinasikannya dengan celana blue jens, serta memakai sepatu kulit warna biru.  

Tapi, begitu dirinya sampai di depan pintu, si ABG tertegun dan kemudian membalikan langkahnya menuju bayinya yang sudah tertidur lelap. Berselang beberapa detik, kebekuannya mencair ketika handphonenya berdering dan dengan langkah yang cepat si ABG berlari di kedekat pintu keluar dengan tujuan, agar tidur banyinya tidak terusik.

Namun anehnya, handphone yang ditanganya dibiarkan saja berdering berkali-kali. Setiap bordering, si ABG itu hanya melihat nomor dan nama orang yang menghubungi. 

Taklama kemudian, si ABG kembali mendekati bayinya sambil berbaring dan mendekatkan diri dengan pandangan mata yang tajam. Dalam kehiningan malam menjelang subuh, si wanita ABG masih saja memperhatikan bayi hasil hubungan gelapnya dengan teman sama-sama duduk di kelas tiga SMA dikampung kelahiran nenek dan kakeknya di Nagari Pauhlimo Kecamatan Pauh Kota Padang.

Tawa candaria saat pergantian tahun baru 2015 lalu sesama temannya di Pantai Air Manis dilokasi Batu Malin Kundang si anak durhaka, terbayang kembali bagi si wanita ABG. Sebagai seorang wanita, masih segar dalam ingatannya, bujuk rayu beberapa teman laki-lakinya yang mengajaknya berkencan. 

Awalnya, si wanita ABG tak mau melakukan hubungan suami istri yang dilarang agama dan adat budaya orangtuanya. Tapi, dirinya tergoda dan terayu karena teman wanitanya telah terlebih dahulu melakukan hubungan sebadan  didekat dirinya tanpa rasa malu malu dan seakan tak berdosa.  

Dorongan untuk berbuat dosa dan berzina, seakan tak kuasa untuk dikendalikannya. Minuman beralkohol yang sama-sama mereka minum telah membuat dirinya lupa segalanya tentang pesan dan nasehat orangtuanya yang hanya berprofesi sebagai petani sawah dan ibunya sebagai pembantu rumahtangga.

Lamunan si wanita ABG terhenti seketika begitu bayinya kembali menangis sembari kedua tangannya bergerak dengan mulut seakan komat kamit membaca mantera. 
"Haus ya anakku," kata si Wanita ABG sembari mengambil bayinya dan langsung dipangkunya dengan tujuan untuk menyusui bayinya. 

Tapi anehnya, si bayi yang menghentikan tangisnya tak mau menyusu, meskipun payudara sebelah kanannya telah didekatkannya ke mulut bayinya, yang hanya memandang matanya dan kemudian terlihat si bayi memejamkan matanya dan langsung tertidur pulas.
Disaat si bayi masih berada dalam pangkuan si wanita ABG terlihat meneteskan air matanya dan menangis terisak-isak sembari membelai rambut sang bayi.

Tak kuat memeluk bayinya, si ABG kembali menidurkan bayinya di atas kain sarung sebagai pengganti kasur yang sudah kusut. Tapi begitu dibaringkannya, si bayi langsung menangis dan seakan tak mau lepas dari pelukan si wanita ABG.

"Jangan menangis lagi anakku," katanya lirih. Ibu sudah tak kuat lagi mengendongmu. Tapi si bayi masih saja menangis, bahkan tangisnya semakin kuat. Kondisi itu membuat si wanita ABG panik dan membiarkan saja tangis bayinya. 

Tapi tak lama kemudian, si wanita ABG yang baru saja mengambil baskom tempat mandi bayinya, dan kemudian langsung saja dimasukan bayinya kedalam baskom yang sudah penuh dengan air. Tanpa berpikir panjang lagi, langsung saja si bayi yang lagi menangis tersebut dimasukan kedalam baskom dengan meredam semua tubuh bayinya, sehingga tak terdengar lagi tangis sang bayi. 

Satu jam kemudian, terdengar orang menggedor pintu. Rupanya tetangganya yang bernama Bu Lusi yang senggaja datang seusai melaksanakan salat subuh, yang berapa jauh dari rumah si wanita ABG.

Tanpa pikir panjang si wanita ABG langsung membukankan pintu rumah kostnya yang berdindingkan kayu. 

Begitu pintu terbuka, Bu Lusi langsung bertanya mana si bayi. Tapi alangkah kaget dan terkejutnya Bu Lusi melihat si bayi yang sudah tak bernyawa lagi dalam baskom tempat mandinya.

Spontan Bu Lusi menjerit-jerit dengan kata-kata minta tolong. Rupanya suara jeritan minta tolong yang mengerikan di pagi hari itu membuat beberapa tetangga berdatangan dan semuanya sama terkejut melihat sang bayi yang sudah tak bernyawa lagi.

Pak Ridwan yang merupakan RT o1 di RW 05 itu langsung saja menelpon dokter yang merupakan anaknya bernama Rahmad yang baru saja menamatkan kuliahnya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 

"Bagaimana kondisi bayinya, Mat," kata Pak RT Ridwan.

"Sudah tak bernyawa lagi," jawab Dokter Rahmad.

Sementara si wanita ABG sudah tak sadarkan diri, karena melihat bayinya sudah tak bergerak lagi dan kaget dan langsung pinsan begitu banyak tetangga yang mendatangi rumahnya. (Ditulis, 10 Mei 2015, pukul 13.31 WIB)

google+

linkedin