BIJAK ONLINE (Kota Pariaman)—Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag, Tuanku Mudo, mengatakan, terjadinya banyak kejahatan di atas bumi, karena manusia dalam kehidupannya sehari-hari, tidak mempedomani al-Qur’an. Pada hal al-Qur’an, merupakan petunjuk dalam kehidupan manusia sepanjang masa.
Demikian disampaikan Duski Samad, dalam ceramah memperingati Nuzul Qur’an, di Mesjid Raya Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman, Minggu (5/7/2015), sesudah shalat tarwih.
Dikatakan, apa pun bentuk masalah dalam kehidupan manusia solosinya sudah dalam al-Qur’an. Namun, karena manusia tidak membaca al-Qur’an, sudah dibaca tapi tidak mengerti artinya, mengerti artinya, tapi mempelajari tafsirnya, dan mengamalkan tentang isi dan petunjuk al-Qur’an.
Pada kesempatan itu Duski Samad, mengajak seluruh kaum muslimin dan muslimat yang hadir, untuk kembali memuliakan al-Qur’an, demi kemaslahatan umat manusia sendiri. Menurut Duski Samad, akhir-akhir ini, orang mengaanggap al-Qur’an, sama dengan bacaan buku biasa atau baca Koran, buktinya, sudah banyak yang membaca al-Qur’an, dengan nyanyian sindeng dan seperrti lagu dangdut.
Duski Samad, juga menyindir banyaknya mesjid-mesjid yang memutar kaset membaca al-Qur’an, dan jarang sekali manusia yang baca al-Qur’an, terutama menjelang waktu shalat masuk. Tapi akan langkah baiknya, kalau yang baca al-Qur’a itu manusia, seperti garin mesjid.
Fungsi Al-Qur’an yang terpenting adalah sebagai pedoman bagi manusia dalam mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
Al-Qur’an berisi ajaran, petunjuk dan informasi yang sangat lengkap, mulai dari masalah aqidah, ibadah dan syari’ah, hubungan antara manusia dengan Allah, manusia dengan sesamanya dan manusia dengan alam lingkungannya. Di samping itu dikemukakan pula pahala bagi orang-orang yang beramal saleh, dan ancaman yang berupa siksa yang sangat pedih bagi orang-orang yang berbuat dosa.
Jika kita berpedoman kepada Al-Qur’an yang isinya sangat lengkap itu, kita yakin akan memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Dengan membaca Al-Qur’an saja sudah merupakan ibadah, apalagi mengamalkan isinya.
Sebagai pemeluk agama Islam tiada pilihan lain, kecuali sering-sering membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari. Manusia diciptakan Allah, untuk beribadah kepada-Nya. (amir)
