BIJAK ONLINE (Kota Pariaman)--Walikota Parimana Mukhlis Rahman, melakukan panen perdana padi demplot pola tanam Jajar Legowo binaan Kodim 0308 Pariaman dan Dinas Pertanian Kota Pariaman, di Kelurahan Alai Gelombang milik Kelompok Tani Gelombang Jaya, Kamis (9/7/2015).
Mukhlis Rahman, memberikan apresiasi kepada Kodim 0308 Pariaman dan jajarannya yang telah berhasil membantu masyarakat petani dalam meningkatkan hasil produksi padi.
Ditambahkan, penanaman padi dengan pola jajar legowo merupakan wujud nyata Kodim 0308 Pariaman, membantu Pemerintah Kota Pariaman dalam mensukseskan program swasembada pangan di Kota Pariaman.
Menurut Mukhlis, dengan pola tanam padi biasa, petanai haya bisa menghasilkan 6,2 Ton/Ha gabah panen kering. Sedangkan dengan pola tanam Jajar legowo yang telah diterapkan ini bisa menghasilkan 8,75 Ton/Ha gabah panen kering.
"Melihat peningkatan hasilnya diharapkan seluruh petani Kota Pariaman dapat menerapkan pola tanam ini, dan menjadikan Kota Pariaman menjadi sentra benih padi di Sumatera Barat seperti kesuksesan sentra benih lele yang telah berjalan”, tutur Mukhlis kembali.
Lebih jauh Mukhlis Rahman, berharap supaya program TNI itu bisa berjalan dengan baik dan menjadi motifasi bagi para petani lainnya. Pada kesempatan itu, Mukhlis meminta kepada petugas penyuluh lapangan untuk serius malakukan bimbingan kepada petani terutama cara bertanam pola padi Jajar Legowo.
"Jangan hanya menerpakan pola ini bila ada bimbingan atau bantuan saja, dan kembali ke pola semula apabila tidak ada bimbingan dan pengawasan,” ingatnya.
Sementara itu, Dandim 0308 Pariaman, Letkol Inf. Persada Alam, mengatakan panen padi dengan pola tanam jajar legowo merupakan wujud dukungan TNI dalam membantu Pemko Pariaman untuk menyukseskan program swasembada pangan nasional.
Jika terus menggunakan pola tanam ini, para petani Pariaman akan semakin maju dan berkembang. Pola tanam padi jajar legowo sudah terbukti berhasil di berbagai daerah di Indonesia yang mengadopsi pola pertanian dari sejumlah negara maju.
"Untuk perawatan padi menggunakan pupuk organik, ini untuk memberikan contoh kepada masyarakat agar tidak lagi menggunakan pupuk kimia kerena pupuk organik tidak berdampak pada kerusakan tanah dan lingkungan,” katanya. (amir)
