BIJAK ONLINE (SOLOK)-Indra salah seorang tokoh masyarakat di Arosoka menuding  kepergian anggota DPRD Kabupaten Solok, Minggu (5/7) lalu ke Kota Lombok Nusa Tenggara Barat, tak hanya melakukan kunjungan kerja, tetapi juga dituduh pergi melihat para bule mandi berpakaian bikini.

"Jika belajar dari kunker yang sudah-sudah, hampir tidak ada implementasi yang dibawa ke Kabupaten Solok setelah usai kunker," kata Indra ketika dihubungi, Selasa, 7 Juli 2015.

Menurut Indra, kalau ke Lombok dengan dalih kunker, rasa tidak ada yang cocok dengan daerah Kabupaten Solok untuk dikembangkan. "Tetapi kalau untuk melihat bule berjemur di pantai bulan puasa ini, itu bisa dikatakan sangat pas,” ledeknya tersenyum.

Sementara Kabag Umum dan Humas Sekretariat DPRD Kabupaten Solok, Zul Fitri, ketika dihubungi, Senin (6/7) melalui telphonnya menyebutkan, dua Komisi di DPRD seperi Komisi B dan C, sudah berada di Lombok sejak Minggu lalu. Sementara Komisi A DPRD Kabupaten Solok, berada di Jakarta. “Komisi B dan C melakukan study banding ke Lombok, sementara Komisi A. Hanya sampai di DKI Jakarta,” terang Zul Fitri. 

Sementara ketika disinggung mengapa memilih Lombok, yang secara geografis jauh berbeda dengan Solok, menurut Zul Fitri hal itu adalah sudah keputusan rapat Bamus DPRD Kabupaten Solok. “Kami dari Sekretariat hanya mendampingi serta memfasilitasi anggota dewan,” tutur Zul Fitri.

Sejak kunjungan kerja, kantor DPRD Kabupaten Solok tampak sepi dan lengang. Biasanya banyak anak THL yang melakukan aktivitas, namun beberapa hari karena tidak ada aktivias, kantor DPRD tampak sepi.  

Menurut informasi yang dihimpun dari salah seorang staf di DPRD, sekali kunker seluruh anggota dewan bisa menghabiskan dana APBD sekitar Rp 500 juta. Anggota dewan yang kunker baru kembali ke Kabupaten Solok, Jumat, 10 Juli 2015.

Sementaradari beberapa anggota dewan yang dihubungi melalui handphone selulernya, tak ada yang merespon dan ada diantara handphonenya tak aktif. (wandy)   

google+

linkedin