BIJAK ONLINE (Kota Pariaman)—Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman, MM, mengatakan, Pesantren Ramadhan, merupakan ruangnya tempat menuntut ilmu agama, karena di sekolah jam pelajaran agama sangat sedikit.
Hal itu dikatakan Mukhlis pada acara pembukaan Pesantren Ramadhan 1436 H/2015 di Mesjid Raya Manggung, Kecamatan Pariaman Utara, Senin (6/7/2015).
Mukhlis Rahman, menyebut bahwa kegiatan Pesantren Ramadhan bisa menjadi bekal generasi muda agar terhindar dari perbuatan dan perilaku negatif seperti narkoba dan pornografi yang marak terjadi di kalangan pelajar.
Lebih jauh dikatakan, kegiatan Pesantren Ramadhan, sangat bermanfaat bagi para pelajar yang mengikutinya. Karena menurutnya saat ini pendidikan agama di sekolah hanya 2jam pelajaran selama seminggu.
"Ini sangat kurang sekali dalam mendidik dan membentuk karakter siswa yang agamais. Diharapkan seluruh pelajaran dan tausyiah yang diajarkan selama Pesantren Ramadhan bisa membentengi diri anak-anak kita. Dan dapat menjadi perilaku yang Islami nantinya," kata dia.
Selain ilmu pendidikan, lanjut Mukhlis menuturkan, pelajar juga harus diberi ilmu keagamaan yang cukup. Disamping itu pelajaran moral serta olahraga untuk tubuh yang sehat agar menjadi generasi yang unggul.
"Hal ini juga harus menjadi perhatian penuh dari para orangtua siswa. Karena waktu anak-anak kita lebih banyak dihabiskan di keluarga. Pendidikan awal berasal dari keluarga dan masyarakat tempat dia tinggal. Karena itu menyiapkan anak-anak kita menjadi generasi yang baik adalah tanggungjawab kita bersama.
Dan Kota pariaman telah mempunyai Perda Anti Maksiat yang memerlukan peran serta dari semua komponen masyarakat,“ tukuknya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Kota Pariaman Kanderi, mengatakan kegiatan Pesantren Ramadhan 2015 dilaksanakan dari tanggal 6 s/d 15 Juli 2015 yang diikuti 25 sekolah SLTP dan SMA negeri dan swasta sederajat di Kota Pariaman.
Untuk Pesantren Ramadhan tahun 2015 M/1436 H kali ini, diadakan di 14 Mesjid dan 11 Mushola yang tersebar di Kota Pariaman.
"Diharapkan kepada para peserta Pesantren Ramadhan dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Jangan hanya sekedar untuk mengisi absen saja tetapi tidak menyimak dan memperhatikan pelajaran yang disampaikan," ucapnya. (amir)
