Suasana perparkiran yang sangat sembraut tampak menghiasi lokasi parkir pasar raya Solok. Selain itu, para juru parkir juga menaikan tarif parkir yang biasanya Rp 1000 setiap kendaraan bermotor, menjelang Hari Raya Idul Fitri ini naik menjadi Rp 2000 per kendaraan

BIJAK ONLINE (SOLOK)-Meski kota kecil, namun kota Solok tidak pernah tidur dan berbagai problema selalu menghiasi kota bareh tersebut.  Di Pasar Raya Solok miasalnya, hingga kini masih tampak masih semerawut dan tidak tertata dengan baik. Buruknya penataan pasar tersebut membuat sebagian pedagang sepi pembeli.

Selain masalah perparkiran, masalah lain yang muncul di kota Solok adalah masalah sampah yang masih terlihat berserakan  di mana-mana. Kesembrautan juga ditambah dengan para pedagang kaki lima parkir kendaraan sembarang tempat, sehingga membuat suasana pasar semakin semerawut. Salah seorang pedagang pakaian, Ahmad (50) menyebutkan, buruknya penataan Pasar raya Solok membuat pelanggan di kiosnya menurun. 

"Bulan puasa tahun ini berbeda dengan bulan puasa tahun lalu. Kalau bulan puasa tahun lalu omsetnya saya sesuai dengan harapan, namun sampai hari ini omset yang saya peroleh masih jauh dan malah melorot," kata Ahmad.

Selain buruknya penataan pasar, menurut Ahmad, penurunan pelanggan terjadi karena minimnya  fasilitas umum seperti hanya tempat parkir kendaraan, masyarakat yang datang dari luar daerah ingin belanja di pasar jadi ragu, karena minimnya lokasi parkir di pasar tersebut.Selain Ahmad, Lilis (36), juga mengeluhkan hal yang sama dengan Ahmad. Menurut Lilis, banyaknya pengendara motor, mobil  yang parkir di sembarang tempat membuat pengunjung pasar tres karena susah masuk ke sejumlah kios. “Seharusnya pihak Pemerintah lebih mempersiapkan lahan parkir terutama di di kawasan Pasar Raya Solok ini, agar pengunjung merasa nyaman,” tutur Lilis. 

Selain minimnya lokasi parkir, masyarakat juga mengeluhkan, karena pengelola parkir menaikkan tarif parkir dari yang biasanya hanya RP.1000, sekarang menjadi Rp.2000 untuk setiap kendaraan roda dua di lokasi parkir tersebut. Lilis juga berharap kepada Pemerintah Derah untuk bisa menanggapi persoalan ini, terutama untuk bapak-bapak Wakil kami masyarakat yang duduk di DPRD, coba lihat persoalan ini langsung ke lapangan, jangan hanya bicara saja,” tambahnya.

Wakil Walikota Solok, H. Zul Elfian menanggapi hal itu, mengatakan pihaknya masih terus berupaya menata Pasar  Raya Solok meski belum maksimal. Disebutkannya, Pasar Raya Solok rencananya akan diarahkan menjadi pasar  moderen dengan konsep pasar tradisional. Untuk penataan pasar Raya Solok. Zul Elfian mengaku sudah berupaya untuk menanta situasi dan kondisi untuk mejadi lebih kondusif, disisi lain dia mengakui kota Solok memang keterbatasan lahan parkir bagi kedaraan roda empat dan roda dua.

Meski demikian, Zul Elfian membantah kondisi pasar saat ini membuat konsumen di pasar tersebut menurun. Soal sampah, dia juga menuding warga bertanggung jawab membersihkannya. Warga dan pengunjung pasar banyak juga yang buang sampah sembarangan. “Itu tanggung jawab kita bersama bukan tangung jawab pemerintah saja," jelas Zul Elfian (wan/van)

google+

linkedin