BIJAK ONLINE (Opini)-Meski jabatan Bupati dan Wakil Bupati Solok priode 2010-2015 akan berakhir tanggal 2 Agustus 2015 mendatang, namun sampai saat ini belum satupun pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Solok yang sudah dikatakan permanen untuk maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati sebagai penerus tahta di Arosuka.

Masyarakat Kabupaten Solok yang berpenduduk sekitar 400 ribu jiwa, tentu sangat mendambakan seorang calon pemimpin yang amanah dan memihak kepada mereka, terutama wong cilik alias masyarakat jelata. Pesta Demokrasi bagi Kabupaten Solok untuk memilih calon Bupati, baru akan digelar tanggal 9 Desember 2015 nanti. 

Tetapi menurut informasi yang berkembang di Arosuka, sampai saat ini belum ada satu calon pasangpun yang akan dijadikan gambaran untuk memimpin bumi penghasil bareh tersebut. Sebagai masyarakat Kabupaten Solok, penulis juga berharap, pada pelaksanaan pesta demokrasi nanti, akan muncul calon pemimpin yang benar-benar bisa menjadi panutan, mengayomi masyarakat dan juga bisa membawa investor ke bumi markisa ini. Setidak-tidaknya, figur seperti Gamawan Fauzi, masih menjadi impian bagi masyarakat Kabupaten Solok.

Dari catatan-catatan dan aspirasi yang mincul di masyarakat, semua kandidat yang nantinya akan maju sebagai balon Bupati Solok, pasti akan menawarkan program-program yang semuanya akan membela dan mengataskan namakan masyarakat, meski pada akhirnya siapun yang terpilih, tanpa ada niat suuzon, mereka lebih mementingkan komunitas mereka. Tetapi masyarakat Kabupaten Solok, hendaknya jangan seperti membeli kucing dalam karung dan harus memahami dan mengenal betul siapa betul calon pemimpin mereka. Selain itu, jangan hanya terlena oleh janji-janji manis sesaat, tetapi harus memikirkan kepentingan lima tahun kedepan.

Kabupaten Solok atau sering disebut dengan Solok Nan Indah, mempunyai luas wilayah  373 800 Ha (3 738.00 Km2), terdiri dari 14 Kecamatan dan 74 nagari serta 403 jorong. Topografi wilayah sangat bervariasi antara dataran, lembah dan berbukit-bukit dengan ketinggian antara 329 meter sampai 1.458 meter di atas permuakaan laut dengan mata pencaharian mayoritas bertani. Kabupaten Solok juga menjadi daerah lintasan di pulau sumatera dan mempunyai potensi alam yang nyaris sempurna, meski belum dikelola dengan baik. Untuk mengelola potensi Sumber Daya Alam (SDA), sangat dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan berwawasan maju.

Meski sudah ada nama-nama bakal calon bupati yang menyatakan siap untuk maju sebagai bakal calon Bupati Solok, tetapi sampai saat ini masih belum satupun pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang sudah menyatakan ‘Pasangan Permanen’ untuk maju sebagai kepala daerah. Selain masih meraba-raba, penyebab lain kenapa pasangan tersebut masih belum bisa mengambil sikap disebabkan belum adanya partai pengusung alias kendaraan untuk menuju tahta Arosuka dan pemimpin Tugu Ayam. Beberapa Minggu lalu, sudah ada tiga bakal nama yang mengapung sebagai bakal calon Bupati yang mendaftar ke KPU untuk maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati dari jalur Independen, namun karena syaratnya dinilai kurang, ketiganya dinyatakan gugur oleh KPU Kabupaten Solok.


Sementara nama-nama bakal calon Bupati yang akan maju dari jalur partai, sebenarnya sudah muncul pula nama  sejak beberapa waktu lalu. Tetapi sampai saat ini, belum ada calon yang benar-benar sudah permanen untuk berpasangan, dengan alasan partai pendukung tadi belum jelas. Meski ditengah-tengah masyarakat sudah santer issu yang beredar terhadap beberapa nama balon Bupati dan Wakil Bupati yang sudah sering disebut-sebut, seperti nama Drs. H. Desra Ediwan Anantanur yang akan berpasangan dengan Ir. Bachtul, mantan Bupati Solok H. Gusmal Dt Rajo Lelo dengan H. Yul Fadri Nurdin atau yang lainnya, namun ketika hal itu dikomfirmasikan kepada yang bersangkutan, mereka menjawab belum pasti, karena alasan partai. 

Selain nama-nama tersebut, ada nama-nama balon Bupati Solok yang tidak kalah eksennya dengan memproklamirkan dirinya sebagai kandidat Bupati,  seperti nama Hendri Dunant, S. Sos, Agus Syahdeman, SE, Nosa Eka Nanda, SPd, Jon Firman Pandu atau yang lainnya, namun meraka masih bingung dengan siapa akan berpasangan dan dengan partai apa. 

Sementara waktu tinggal beberapa hari lagi. Dilain pihak, masyarakat Kabupaten Solok masih menunggu nama-nama tersebut resmi mendaftar ke KPU untuk dipatenkan dan masyarakat bisa mengira-ngira siapa yang bakal mereka pilih. Kita tunggu saja, semoga dari Kabupaten Solok lahir Gamawan-Gamawan muda yang amanah. Namun perlu dicatata, siapapun nantinya yang terpilih, itulah pemimpin yang harus kita dukung bersama. Semoga! (Penulis adalah Wartawan Berdomisili di Kabupaten Solok)

google+

linkedin