BIJAK ONLINE (Padang  Pariaman)--Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Kota Padang, berikan dukungan  kepada Bupati Ali Mukhni, untuk maju kembali melanjutkan  memimpin Padang Pariaman, periode 2016-2021. Sekalian PKDP juga mengusulkan Saharman Zanhar, S.Sos,  untuk wakilnya.

Hal itu diungkapkan Tokoh masyarakat Piaman, Maspul  pada Rapat Kerja Daerah PKDP Kota Padang dan Seminar Adat Istiadat di Hotel Bumiminang, Rabu (1/7/2015).

Dikatakan, kemajuan  pembangunan  Padang Pariaman, sejak kepemimpinan  Bupati Ali Mukhni sangat dahsyatnya dan ini memerlukan pemimpin yang merakyat yang bisa merangkul semua pihak untuk bersama-sama mendukung pembangunan yang sedang dilaksanakan. 

“Jika ada yang mengatakan tidak ada pembangunan di Padang Pariaman, berarti orang  tersebut, melihat dengan kecamata  hitam, karena kalai pakai kecamata hitam hasilnya tentu tidak jernih.Tetapi bagi orang yang melihat memakai kecamata warna putih, pasti hasilnya akan putih juga”, kata Maspul.

Ungkapan senada juga disampaikan Ketua PKDP Kota Padang Veri Yasri, menurutnya  Bupati Ali Mukhni, telah berhasil merubah wajah Padang Pariaman dari Pasca Gempa 2009 menjadi Kabupaten tersukses di Sumatera Barat.

“Saya telah melihat secara langsung berbagai program pembangunan di Padang Pariaman. Tentu ini berkat kerja keras dan kegigihan Bapak Bupati. PKDP Kota Padang mendukung beliau memimpin untuk periode kedua. Insya Allah kita siapkan juga Bapak Ali Mukhni untuk Calon Gubernur Sumbar pada tahun 2020 mendatang” kata Putra Sungai Limau itu.

Sementara  Hasnah Cendra Dewi,  merasakan pesatnya perubahan Padang Pariaman,  sejak  dijabat Bupati Ali Mukhni. Menurut Hasnah kepemimpinan Ali Mukhni terinspirasi dengan pemimpin pendahulunya.

“Saya merasakan Almarhum Anas Malik telah hidup kembali. Beliau pastinya bangga dengan kemajuan Padang Pariaman saat ini” kata Pengusaha Blesstea itu.

Hasnah  juga memberikan masukkan kepada Bupati Ali Mukhni agar mencegah terjadinya kenakalan remaja, pergaulan bebas hingga penyalahgunaan narkoba pada generasi muda piaman.
Selain itu ia juga keindahan Mesjid Agung Syekh Burhanuddin sebagai salah satu mesjid yang termegah di Sumbar.

“Untuk masukan kepada Bapak diperhatikan lagi tempat berwuduk dan tempat sampah dilingkungan mesjid” kata perempuan yang akrab dipanggil Teta Hasnah itu.

Pada sisi lain Yusni, perantau Padang Sago, menyuarakan aspirasinya untuk pemerataan pembangunan agar dapat memacu perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita juga maklum pembangunan mega proyek tersebut karena mempertimbangan keberadaan Bandara Internasiol Minangkabau. Kita dukung Ali Mukhni  melanjutkan kepemimpinan semoga pada periode kedua nanti bisa mengutamakan pembangunan di Dapil I dan II, khususnya di Padang Sago, tanah kelahiran saya” kata wanita pengusaha itu. 

Bupati Ali Mukhni yang sengaja diundang PKDP sebagai pembawa makalah dengan Judul Kabupaten Padang Pariaman kemarin, hari ini dan esok, rekam jejak pembangunan dan pemikiran untuk kesejahteraan rakyat ke masa depan.

Menurut Ali Mukhni, pesatnya perubahan pembangunan Padang Pariaman, berkat do’a dan dukungan semua masyarakat Padang Pariaman, baik yang ada di kampung atau pun yang berdomisli di perantuan. 

“Tanpa persatuan dan kesatuan tidak mungkin kemajuan akan bisa kita capai dengan baik. Persatuan dan kerjasama yang sudah terjalin selama ini,perlu untuk dilanjutkan, karena masih bengkalai yang belum selesai dikerjakan”, ujar Ali Mukhni.

Ali Mukhni juga memaparkan terhadap mega proyek yang sedang dan sudah dilaksanakan di Padang Pariaman, mengawali makalahnya, Bupati Ali Mukhni memaparkan kondisi Padang Pariaman pasca gempa 2009 yang lalu. 

Gempa berkekuatan 7,9 SR pada tanggal 30 September 2009 tersebut telah meluluhlantahkan daerah Padang pariaman yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta fasilitas publik. Tidak hanya itu, Pertumbuhan ekonomi akhir tahun 2010 hanya 3,95%, artinya yang terendah di Sumatera Barat.

“Sering saya sampaikan bahwa siapapun yang kepala daerah yang memimpin saat itu, punya tanggung jawab besar. Infrastruktur dan fasilitas publik dan Kantor Pemerintahan rusak berat. Kondisi ekonomi juga memprihatinkan” kata Bupati yang didampingi Kabag Humas Hendra Aswara. 

Menyikapi kondisi tersebut, tambah Ali Mukhni, langsung ambil sikap dengan membentuk program Padang Pariaman Bangkit. Berbagai infrastruktur, sekolah, puskesmas, jalan, irigasi, mesjid, perkantoran  kembali dibangun dengan bantuan NGO luar dan dalam negeri, perantau, donatur dan lain sebagainya.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat kita ucapkan terima kasih atas bantuan seluruh pihak kondisi saat ini sudah jauh lebih baik. Tingkat pertumbuhan ekonomi Tahun 2014 mencapai 7,12% adalah yang tertinggi di Sumatera Barat menurut Data BPS” ucapnya yang disambut tepuk tangan oleh perantau piaman tersebut. 

Selanjutnya Ali Mukhni juga mengekspos berbagai pembangunan mega proyek yang berskala nasional dan internasional yang bernilai trilyunan rupiah. Mega proyek itu akan memacu perekonomian dan multiplayer effect terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Diawali dengan pembangunan Kantor Bupati di Kawasan Ibukota Kabupaten di Korong Pasa Dama, Nagari Parit Malintang, Kec. Enam Lingkung. Kantor berlantai tiga itu secara resmi ditempati pada tanggal 25 Oktober 2012 yang merupakan satu-satunya kantor yang didisain berwawasan lingkungan. Dimana ditumbuhi dengan tanaman yang subur, dilengkapi dengan kebun binatang mini yang dihuni oleh rusa tutul, burung, ikan dan iguana” kata Alumni Fakultas Ilmu Keolahragaan UNP itu.

Dijelaskannya saat ini sedang dibangun Badan Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) yang terletak di Tiram, Kec. Ulakan Tapakis dengan luas 35 hektar. BP2IP termegah di Indonesia dibangun dengan biaya Rp 1,5 trilyun. Sekolah ini akan mencetak ribuan pelaut tangguh yang dibutuhkan dunia internasional.

Kemudian pembangunan Asrama Haji Islamic Center terpadu akan telah diletakkan batu pertamanya oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tanggal 11 Mei 2015. Bangunan akan dilengkapi hotel, gedung pertemuan, pusat perbelanjaan, sarana olahraga itu menjadi yang termegah di Indonesia yang menelan dana mencapai 1,2 Trilyun diatas lahan 10 hektar di Sungai Buluh, Kec. Batang Anai. 

Hanya berjarak 2,5 Km dari Bandara Internasional Minangkabau. Bupati Ali Mukhni juga mengekspos pembangunan Jalan Lingkar Duku-Sicincin sepanjang 20 Km yang menjadi solusi kemacetan Jalan Padang-Bukittingi. Saat ini telah selesai pengerjaan empat Jembatan penghubung yaitu Koto Buruak, Buayan, Pasie Laweh dan Kapalo Hilalang.

“Jembatan Koto Buruak di Lubuk Alung menjadi jembatan terpanjang di Sumbar yaitu 180 meter. Dan kita usul merubah namanya menjadi Koto Buruak Darul Makmur” kata Ketua Alumni STM Negeri Pariaman itu.

Pembangunan Main Stadion sebagai persiapan Sumbar menjadi tuan rumah 2024. Main stadion akan dibangun di Kecamatan Lubuk Alung di atas lahan 50 hektar dengan biaya hampir Rp 2 triliun. Lokasinya sangat strategis, dipinggir jalan lingkar Duku-Sicincin. “Tahun 2015 telah dianggarkan 25 Milyar oleh Bapak Gubernur untuk landclearing dan saat ini sedang proses tender” kata Bupati.

Selain itu juga pembangunan MAN Insan Cendikia, Mesjid Agung Syekh Burhanuddin, pembangunan Rel Kereta Api Duku-BIM, Pembangunan Irigasi, Kawasan Industri Terpadu, Pengembangan Kampus Institut Seni Indonesia dan Universitas Negeri Padang. 

Program unggulan lainnya yaitu Program BAZNAS, Padang Pariaman Sehat, Program pertanian dimana Padang Pariaman ditunjuk sebagai Lumbung Pangan Nasional dan Tanaman kakao. 

 “Mega proyek tersebut tidak datang begitu di Padang Pariaman. Semuanya butuh kerja keras, butuh lobi dan kegigihan serta dukungan masyarakat ranah dan rantau. Saya selaku bupati tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya support seluruh pihak” kata Bupati,  mengakhiri pembicraannya. (ap)

google+

linkedin