BIJAK ONLINE (SOLOK)-PWI Kabupaten dan Kota Solok, meminta pejabat di daerah itu agar selektif bila ingin memberi Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para wartawan yang meliput di daerah tersebut.

"Pejabat serta Kepala Instansi pemerintah maupun non pemerintah‎ diharapkan lebih teliti melayani orang-orang yang mengatasnamakan wartawan maupun organisasi wartawan yang meminta sumbangan. Dan nara sumber baik itu pejabat, Kepala Instansi pemerintah maupun non pemerintah berhak menanyakan identitas wartawan yang bersangkutan," tutur Rusmel, Ketua PWI Kabupaten Solok, Rabu (8/7).

Rusmel  menyikapi keluhan dari sejumlah pejabat maupun Kepala Instansi pemerintah maupun non pemerintah yang merasa terusik dengan sikap orang yang mengatas namakan wartawan maupun organisasi wartawan yang datang meminta sumbangan dana dengan berbagai alasan. "Himbauan ini juga dimaksudkan agar tidak terjadi kesalah pahaman antara wartawan yang benar-benar menjalankan profesinya sesuai dengan aturan yang berlaku dengan nara sumber," tutur Rusmel.

Himbauan yang sama juga disampaikan Ketua Solidaritas Wartawan Independen Solok (SWIS), Riswan Jaya, SH, agar para pejabat bila menerima kunjungan orang yang mengaku wartawan, meneliti benaridentitas yang bersangkutan agar jangan salah memberi kepada wartawan abal-abal. 

"Menjelang lebaran ini banyak orang yang mengaku-ngaku sebagai wartawan, tetapi mereka tidak bisa menulis dan bahkan medianya tidak jelas," ujar Riswan Jaya.

Riswan juga berharap agar nama baik profesi wartawan maupun organisasi wartawan tercoreng oleh tindakan orang-orang yang tidak bertanggungjawab dengan mengatas namakan wartawan untuk mendapatkan uang." Tegas Riswan Jaya.

Ketua PWI Kota Solok, Wanedi Saman. Wanedi menegaskan pihak PWI Kota Solok telah memberikan semacam " warning"‎ kepada pejabat maupun Kepala Instansi Pemerintah maupun non pemerintah untuk bersikap profesional melayani wartawan. "Artinya, nara sumber berhak menanyakan identitas wartawan yang akan mewawancarainya serta nama media yang bersangkutan. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada wartawan dan media masa yang merasa dirugikan oleh tindakan orang-orang yang hanya mengaku -ngaku sebagai wartawan," jelas Wanedi Saman.

PWI Kota Solok sendiri, ujar Wanedi Saman tidak ada mengeluarkan proposal untuk bantuan apapun apalagi bantuan untuk menyewa kantor menjelang lebaran ini. Sebab belakangan ini ada informasi yang berkembang bahwa ada orang yang mengatas namakan PWI menjalankan proposal untuk mendapatkan bantuan dana (wandy)

google+

linkedin