BIJAK ONLINE (Padang)-Tampaknya, tim relawan bakal calon Walikota Solok, Ismael Koto mulai tarabo di Posko. Pemicunya, karena tak ada komunikasi dan koordinasi dengan Ismael Koto, sehingga membuat tim relawan tersebut bagaikan anak ayam kehilangan induknya.
"Sejak awal ramadhan, posko pak Ismael Koto memang lah langang, karena tak ada kejelasan," kata salah seorang tim relawan yang minta jatidirinya jangan ditulis dengan pertimbangan politis, ketika dihubungi Tabloid Bijak, Kamis, 9 Juli 2015.
Menurut sumber yang layak dipercaya tersebut, dirinya dan beberapa pemuda di Posko Simpang Enam telah sepakat menjadi tim relawan. Bahkan, posko yang merupakan balai pemuda itu direnovasi, sehingga layak jadi posko. "Tapi sayangnya, setelah beberapa pemuda yang bersedia menunggu posko, tak ada kejalasan, baik masalah honor, maupun kebutuhan minuman, seperti kopi dan teh," katanya.
Kini, katanya, posko sudah sepi dan para pemuda yang sebelumnya bersedia menjadi tim relawan dan mangkal di posko sudah enggan dan bahkan mempertanyakan keseriusan Ismael Koto untuk maju sebagai salah seorang kandidat di Pilwako Solok. "Kalau indak bakepeng, berterus terang sajalah dan jangan sampai memberikan janji dan mimpi," kata tokoh pemuda di Pandan Kota Solok Ini.
Sebelumnya, katanya, Ismael Koto berjanji akan berbicara empat mata, Sabtu 4 Juli 2015 lalu. Tapi janji masih tinggal janji. "Saya cukup panik juga menjawab pertanyaan dari kawan-kawan yang berada di posko atau dari tim relawan lainnya," tambahnya.
Yang ironisnya lagi, ada diantara teman-teman tim relawan mempertanyakan masalah THR. "Lai ka adoh THR, kalau tidak ada tolong diberikan penjelasan, sehingga harapan untuk mendapatkan THR itu tak hanya mimpi," tegasnya lagi.
Sementara Ismael Koto, yang dihubungi untuk konfirmasi dan klarifikasi tak merespon dan ditelpon tak menjawab, meskipun handphonenya dalam status hidup. (PRB)
